Republik Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudra Hindia.
Maladewa terletak di sebelah selatan-barat daya India, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka. Negara ini memiliki 26 atol yang terbagi menjadi 20 atol administratif dan 1 kota.
Maladewa merupakan negara dengan populasi dan luas wilayah terkecil di kawasan Asia serta berpenduduk 100 persen beragama Islam
Tinggi rata-rata permukaan tanah di Maladewa adalah 1.5 meter di atas permukaan laut, hal ini menjadikannya negara dengan permukaan terendah di seluruh dunia.
Puncak tertinggi Maladewa hanya 2.3 meter di atas permukaan laut sehingga dikenal juga sebagai negara yang memiliki puncak tertinggi paling rendah di dunia.Keadaan ekonomi Maladewa bergantung pada dua sektor utama, yaitu pariwisata dan perikanan.
Negara ini sangat dikenal memiliki banyak pantai yang indah dan pemandangan bawah laut yang menarik ± 700.000 turis setiap tahunnya.Penangkapan dan pengolahan ikan menjadikan Maladewa salah satu eksportir ikan ke beberapa negara Asia dan Eropa.
Sejak abad ke-6 - ke-5 SM, Maladewa sudah memiliki kerajaannya.
Negara ini memiliki sejarah lebih dari 2.500 tahun menurut bukti sejarah dan legenda.
Pemukim awal di Maladewa kemungkinan adalah orang Gujarat, yang mencapai dan menetap di Sri Lanka sekitar 500 SM.
Bukti pengaruh budaya dari India Utara dapat dilihat dari metode pembuatan kapal dan koin perak.
Mahāvaṃsa (300 SM) memiliki catatan orang-orang dari Sri Lanka yang beremigrasi ke Maladewa.
Dengan asumsi bahwa kulit cowrie berasal dari Maladewa, sejarawan percaya bahwa mungkin ada orang-orang yang tinggal di Maladewa selama peradaban Lembah Indus (3300-1300 SM).
Sejarah kuno Maladewa diceritakan dalam lempengan tembaga, tulisan kuno yang diukir pada artefak karang, tradisi, bahasa, dan berbagai etnis Maladewa.
Orang Maladewa pertama tidak meninggalkan artefak arkeologi apa pun. Bangunan mereka mungkin terbuat dari kayu, pelepah palem, dan bahan lain yang mudah rusak, yang akan cepat lapuk dalam garam dan angin di iklim tropis.
Selain itu, kepala atau kepala suku tidak tinggal di istana batu yang rumit, agama mereka juga tidak mengharuskan pembangunan kuil atau kompleks yang besar.
Studi perbandingan tradisi lisan, bahasa, dan budaya Maladewa mengkonfirmasi bahwa pemukim pertama adalah orang-orang dari pantai selatan anak benua India, termasuk orang Giraavaru, disebutkan dalam legenda kuno dan cerita rakyat setempat tentang pendirian ibu kota dan pemerintahan raja di Malé.
Lapisan dasar yang kuat dari budaya Dravida dan India Utara bertahan dalam masyarakat Maladewa, dengan substratum Elu yang jelas dalam bahasa, yang juga muncul dalam nama tempat, istilah kekerabatan, puisi, tarian, dan keyakinan agama.
Sistem India Utara dibawa oleh orang Sinhala asli dari Srilanka. Budaya pelayaran Malabar dan Pandya menyebabkan pemukiman Kepulauan oleh pelaut Tamil dan Malabar.
Kepulauan Maladewa disebutkan dalam Sastra Tamil Sangam Kuno sebagai "Munneer Pazhantheevam" atau "Pulau Tua dari Tiga Lautan".
Prestasi
- Maladewa berhasil mencetak sebuah rekor menyelam (scuba diving) tahun 2006 dalam hal jumlah penyelam yang paling banyak berpatisipasi dalam sekali menyelam, dengan total 958 penyelam yang masuk ke dalam air sekaligus pada saat yang bersamaan. Rekor ini diambil alih oleh Indonesia tahun 2009.
- Maladewa adalah negara pertama yang membuka sebuah kedutaan virtual, di dunia maya Second Life pada tanggal 22 Mei 2007.
- Maladewa adalah negara pertama yang mengadakan rapat kabinet di bawah air. Rapat kabinet dipimpin oleh presiden Mohamed Nasheed. Dalam rapat, presiden, wakil presiden, dan para kabinet menandatangani sebuah deklarasi yang bertujuan untuk mengadakan aksi global terhadap perubahan iklim, di depan Konferensi Iklim PBB di Kopenhagen. Rapat itu merupakan salah satu bagian dari kampanye besar-besaran oleh "international environmental NGO 350.org".
Selain sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Maladewa, kegiatan ekspor ikan tuna juga menjadi salah satu pendapatan penting negara ini.
Sebanyak 90% dari total produk perikanan yang diekspor oleh Maladewa merupakan produk tuna segar, tuna kering, tuna beku, tuna yang diasinkan, dan tuna kaleng.
Kondisi tanah Maladewa yang kurang subur menyebabkan hasil tanam di negara ini sangat terbatas, hanya beberapa tanaman seperti kelapa, pisang, sukun, pepaya, mangga, talas, ubi, dan bawang yang dapat tumbuh di area negara ini.
Hal ini juga menyebabkan sebagian besar makanan harus diimpor dari luar negeri.
Industri di negara ini terdiri dari pembuatan kapal, kerajinan tangan, pengalengan tuna, serta produksi pipa PVC, sabun, mebel, dan produk makanan.
Beberapa negara yang berhubungan baik dalam perekonomian Maladewa adalah Jepang, Sri Lanka, Thailand, dan Amerika Serikat.

















