Roma adalah sebuah kota dan comune khusus (bernama Roma Capitale) di Italia.
Roma adalah ibu kota Italia dan regioni Lazio.
Dengan 2,9 juta penduduk dalam wilayah seluas 1.285 km2, Roma juga merupakan comune terpadat dan terbesar di negara tersebut serta kota terpadat keempat di Uni Eropa menurut jumlah populasi di dalam batas kota.
Kota Metropolitan Roma memiliki populasi 4,3 juta penduduk.
Kota ini terletak di bagian barat-tengah Semenanjung Italia, dalam Lazio, di sepanjang pesisir Sungai Tiber.
Kota Vatikan merupakan suatu negara independen yang secara geografis terletak di dalam batas-batas kota Roma, menjadi satu-satunya contoh yang masih ada negara yang terdapat di dalam suatu kota sehingga karenanya Roma sering kali didefinisikan sebagai ibu kota dua negara.
Sejarah Roma membentang lebih dari dua ribu lima ratus tahun.
Kendati mitologi Romawi menarikhkan berdirinya Roma pada sekitar tahun 753 SM, situs ini telah dihuni jauh sebelumnya, menjadikannya salah satu situs tertua di Eropa yang secara kontinu ditempati.
Populasi awal kota ini bersumber dari campuran orang Latin, Etruskan, dan Sabini.
Pada akhirnya, kota ini berturut-turut menjadi ibu kota Kerajaan Romawi, Republik Romawi, dan Kekaisaran Romawi, serta dipandang sebagai salah satu tempat kelahiran peradaban Barat dan dipandang sebagai metropolis pertama oleh beberapa kalangan.
Kota ini disebut sebagai "Roma Aeterna" (Kota Abadi) dan "Caput Mundi" (Ibu Kota Dunia), dua konsep sentral dalam budaya Romawi kuno.
Setelah jatuhnya Kekaisaran Barat, yang menandai permulaan Abad Pertengahan, Roma lambat laun jatuh di bawah kendali politis dari Kepausan, yang telah menetap di kota ini sejak abad ke-1 M, hingga pada abad ke-8 menjadi ibu kota Negara Gereja, yang berlangsung sampai tahun 1870.
Sejak Abad Renaisans, hampir semua paus sejak Paus Nikolas V (1422–55) sepanjang empat ratus tahun secara koheren mengupayakan suatu program arsitektonis dan urbanistis yang bertujuan untuk menjadikan kota ini pusat seni dan budaya dunia.
Karena itu, Roma menjadi yang pertama di antara pusat-pusat utama Renaisans Italia, dan kelak tempat kelahiran gaya Barok maupun Neoklasikisme.
Berbagai seniman, pelukis, pemahat, dan arsitek terkenal menjadikan Roma sebagai pusat aktivitas mereka, menciptakan beragam adikarya di seluruh kota. Pada tahun 1871, Roma menjadi ibu kota Kerajaan Italia, dan pada tahun 1946 menjadi ibu kota Republik Italia.
Roma menyandang status kota global.
Pada tahun 2014, kota Roma menempati peringkat ke-14 yang paling banyak dikunjungi di dunia, ke-3 yang paling banyak dikunjungi di Uni Eropa, dan daya tarik wisata yang paling populer di Italia.
Pusat bersejarahnya dicantumkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Bebagai monumen dan museum termasuk di antara tujuan-tujuan wisata dunia yang paling banyak dikunjungi; sebagai contoh misalnya Museum Vatikan dan Koloseum, keduanya sepanjang tahun menerima kunjungan jutaan wisatawan.
Roma menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 1960, dan merupakan tempat kedudukan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).
Roma terletak dalam region Lazio di Italia Tengah, di Sungai Tiber (bahasa Italia: Tevere).
Pemukiman asli berkembang di bukit-bukit yang menghadap ke suatu arungan di samping Pulau Tiberina, satu-satunya arungan alami sungai tersebut di daerah ini.
Roma dari Raja-Raja dibangun di atas tujuh bukit: Bukit Aventino, Bukit Celio, Bukit Capitolino, Bukit Esquilino, Bukit Palatino, Bukit Quirinale, dan Bukit Viminale.
Roma modern juga dilintasi sungai lainnya, Sungai Aniene, yang mengalir ke Sungai Tiber di utara pusat bersejarah kota ini.
Meskipun pusat kota ini berjarak sekitar 24 kilometer (15 mi) ke arah daratan dari Laut Tirenia, wilayah kota ini meluas sampai ke pesisirnya, tempat keberadaan Ostia, suatu distrik di bagian barat-selatan.
Ketinggian wilayah pusat Roma berkisar dari 13 meter (43 ft) di atas permukaan laut (di bagian dasar Pantheon) sampai 139 meter (456 ft) di atas permukaan laut (puncak Monte Mario).
Comune Roma secara keseluruhan meliputi area dengan luas sekitar 1.285 kilometer persegi, mencakup banyak area hijau.
Sama seperti wilayah Italia lainnya, Roma didominasi oleh penganut Katolik Roma, dan kota ini telah menjadi pusat agama dan ziarah yang penting selama berabad-abad, sebagai basis agama Romawi kuno dengan pontifex maximusnya serta kelak menjadi tempat kedudukan Vatikan dan sri paus.
Sebelum kedatangan orang-orang Kristen di Roma, Religio Romana (secara harfiah: "Agama Romawi") merupakan agama utama di kota ini pada era klasik.
Para dewa pertama yang disakralkan oleh orang Romawi adalah Yupiter, sebagai yang tertinggi, serta Mars, dewa perang dan menurut tradisi adalah ayah dari para pendiri kembar Roma, Romulus dan Remus.
Dewa-dewi lainnya seperti Vesta dan Minerva diberikan penghormatan. Roma juga menjadi basis beberapa kultus misteri, misalnya Mithraisme.
Di kemudian hari, setelah Santo Petrus dan Santo Paulus wafat sebagai martir di kota ini, dan orang-orang Kristen pertama mulai berdatangan, Roma menjadi penganut Kristen, dan Basilika Santo Petrus Lama dibangun pada tahun 313 M.
Meskipun terdapat beberapa gangguan (seperti kepausan Avignon), selama berabad-abad Roma telah menjadi rumah dari Gereja Katolik Roma dan Uskup Roma, atau dikenal sebagai Paus.
Terlepas dari kenyataan bahwa Roma adalah rumah bagi Kota Vatikan dan Basilika St. Petrus, katedral Roma adalah Basilika Agung Santo Yohanes Lateran, terletak di sebelah timur-selatan pusat kota.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 900 bangunan gereja, selain dari katedral itu sendiri, beberapa di antaranya yang terkenal misalnya: Basilika Santa Maria Maggiore, Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Basilika San Clemente, San Carlo alle Quattro Fontane, dan Gereja Gesù.
Terdapat juga katakomba kuno di bawah kota ini, yaitu Katakomba Roma. Banyak institusi pendidikan religius yang sangat penting di Roma seperti Universitas Kepausan Lateran, Institut Kitab Suci Kepausan, Universitas Kepausan Gregoriana, dan Institut Oriental Kepausan.
Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pertumbuhan yang signifikan dalam komunitas Muslim Roma, terutama karena imigrasi dari negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara ke kota ini.
Akibat dari meningkatnya jumlah praktisi keimanan Islam tersebut, comune ini mempromosikan pembangunan Masjid Roma, yang merupakan masjid terbesar di Eropa Barat, dirancang oleh arsitek Paolo Portoghesi dan diresmikan pada tanggal 21 Juni 1995.
Sejak berakhirnya Republik Romawi, Roma juga merupakan pusat dari suatu komunitas Yahudi yang penting, yang pernah berbasis di Trastevere, dan kemudian di Ghetto Roma. Terdapat juga sinagoge besar di Roma, yaitu Tempio Maggiore.
Wilayah Kota Vatikan merupakan bagian dari Mons Vaticanus (Bukit Vatikan), dan berdekatan dengan bekas Lapangan Vatikan, tempat Basilika St. Petrus, Istana Apostolik, Kapel Sistina, dan pelbagai museum dibangun, bersama dengan beragam bangunan lainnya.
Area tersebut adalah bagian dari rione Romawi Borgo sampai tahun 1929.
Terpisah dari kota ini di tepi barat Sungai Tiber, area tersebut merupakan pinggiran kota yang terlindung karena berada di dalam tembok Paus Leo IV, yang kemudian diperluas oleh tembok fortifikasi saat ini oleh Paus Paulus III/Pius IV/Urbanus VIII.
Ketika Perjanjian Lateran tahun 1929 yang menciptakan negara Vatikan sedang dipersiapkan, batas-batas wilayah yang diusulkan dipengaruhi oleh kenyataan bahwa banyak di antaranya mencakup semua tetapi tertutup oleh lingkaran itu.
Pada beberapa bidang perbatasan tidak ada tembok, namun jajaran bangunan-bangunan tertentu menjadi bagian dari batas tersebut, dan pada sebagian kecil perbatasan dibangun tembok modern.
Wilayah Kota Vatikan termasuk Lapangan Santo Petrus, dipisahkan dari wilayah Italia hanya dengan garis putih di sepanjang batas lapangan itu, berbatasan dengan Piazza Pio XII.
Lapangan St. Petrus dapat dicapai melalui Via della Conciliazione, yang membentang dari Sungai Tiber sampai lapangan itu.
Pendekatan besar tersebut dirancang oleh arsitek Piacentini dan Spaccarelli, atas keinginan Benito Mussolini dan sejalan dengan Gereja, setelah akhir dari Perjanjian Lateran.
Menurut Perjanjian Lateran, beberapa properti Takhta Suci yang terletak di wilayah Italia, seperti Istana Kepausan Castel Gandolfo dan berbagai basilika mayor, memperoleh status ekstrateritorial yang serupa dengan kedutaan asing.
Roma masa kini merupakan salah satu tujuan wisata terpenting di dunia, berkat harta kekayaan arkeologis dan artistik kota ini yang sangat banyak, serta pesona tradisinya yang unik, keindahan pemandangan panoramiknya, dan kesemarakan berbagai "villa" (taman) yang megah di kota ini.
Di antara semua konservasinya yang paling signifikan terdapat banyak museum (Musei Capitolini, Museum Vatikan, Galleria Borghese, dan lainnya yang didedikasikan untuk seni kontemporer dan modern), akuaduk, air mancur, bangunan gereja, istana, bangunan bersejarah, monumen dan reruntuhan Forum Romawi, serta Katakomba.
Roma adalah kota ketiga di Uni Eropa yang paling banyak dikunjungi, setelah London dan Paris, serta menerima rata-rata 7–10 juta wisatawan setiap tahunnya, yang kadang-kadang berlipat ganda pada masa tahun-tahun suci.
Menurut suatu studi belakangan ini, Koloseum (4 juta wisatawan) dan Museum Vatikan (4.2 juta wisatawan) berturut-turut menempati peringkat ke-39 dan ke-37 sebagai tempat yang paling banyak dikunjungi di dunia.
Roma merupakan suatu pusat penting dunia arkeologi, dan salah satu pusat utama penelitian arkeologis di dunia. Terdapat berbagai lembaga penelitian dan kultural yang berlokasi di kota ini, misalnya Akademi Amerika di Roma, dan Institut Swedia di Roma.
Roma memiliki banyak situs kuno, termasuk di antaranya yaitu Forum Romanum, Pasar Trajanus, Forum Trajanus, Koloseum, dan Pantheon. Koloseum (Colosseum), dapat dikatakan salah satu situs arkeologi Roma yang paling ikonik, dipandang sebagai suatu keajaiban dunia ini.
Roma memiliki banyak koleksi seni, pahatan, air mancur, mosaik, fresko, dan lukisan yang mengesankan dari berbagai periode berbeda.
Roma pertama kali menjadi pusat utama seni pada zaman Roma kuno, dengan beragam bentuk seni Romawi yang penting seperti karya arsitektur, lukisan, patung, dan mosaik.
Olahan logam, koin dan ukiran batu permata, ukiran gading, patung kaca, tembikar, serta ilustrasi buku, dipandang sebagai bentuk-bentuk 'kecil' karya seni Roma.
Roma kemudian menjadi suatu pusat utama seni Renaisans, karena para paus banyak melakukan pembangunan megah basilika, istana, piazza dan bangunan-bangunan publik pada umumnya.
Roma menjadi salah satu pusat utama karya seni Renaisans di Eropa, kedua setelah Firenze, dan dapat dibandingkan dengan berbagai pusat kebudayaan dan kota besar lainnya seperti Paris dan Venesia.
Kota ini sangat dipengaruhi Barok, serta menjadi rumah bagi banyak seniman dan arsitek seperti Bernini, Caravaggio, Carracci, Borromini, dan Cortona.
Pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19, kota ini merupakan salah satu pusat destinasi Grand Tour, ketika kaum kaya, kaum muda Inggris dan kaum aristokrat Eropa lainnya mengunjungi kota ini untuk mempelajari arsitektur, filsafat, seni, dan kebudayaan Romawi kuno.
Roma menjadi tempat bernaung sejumlah besar seniman rokoko dan neoklasik seperti Pannini dan Bernardo Bellotto.
Saat ini Roma merupakan suatu pusat seni utama, dengan banyaknya keberadaan lembaga seni dan museum.
Roma memiliki stok arsitektur dan seni modern serta kontemporer yang kian bertumbuh.
Galeri Nasional Seni Modern memiliki berbagai hasil karya Balla, Morandi, Pirandello, Carrà, De Chirico, De Pisis, Guttuso, Fontana, Burri, Mastroianni, Turcato, Kandisky dan Cézanne pada ekshibisi permanen.
Tahun 2010 menjadi saksi dibukanya fundamen seni terbaru Roma, suatu galeri arsitektur dan seni kontemporer yang didesain oleh arsitek terkenal Irak bernama Zaha Hadid. Dikenal dengan sebutan MAXXI – Museum Nasional Seni Abad ke-21, galeri tersebut memulihkan suatu area usang dengan arsitektur modern yang mencolok.
Maxxi dilengkapi dengan sebuah kampus yang didedikasikan untuk budaya, laboratorium-laboratorium penelitian eksperimental, serta penelitian, studi, dan pertukaran internasional.
Maxxi merupakan salah satu proyek arsitektur modern Roma yang paling ambisius bersama dengan Auditorium Parco della Musica karya Renzo Piano dan Pusat Konvensi Roma di distrik EUR, yaitu Centro Congressi, karya Massimiliano Fuksas yang rencananya dibuka pada tahun 2016.
Pusat konvensi tersebut memiliki suatu wadah tembus pandang yang sangat besar, di dalamnya digantung suatu struktur baja dan teflon yang menyerupai awan serta berisikan ruangan-ruangan pertemuan dan sebuah auditorium dengan dua piazza yang semua sisinya terbuka.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar